Jika Anda memiliki bau mulut, Anda tidak sendirian.
Bau mulut bisa menjadi tanda sesuatu yang lain. Jika Anda memiliki diabetes,
nafas Anda dapat memberitahu Anda kondisi Anda. Pemahaman Anda mungkin dapat
menyelamatkan Anda dari penyakit gusi lanjutan atau bahaya DKA
(Ketoasidosis diabetikum).
.
Berikut ini informasi apakah halitosis alias bau mulut
dapat merupakan gejala atau komplikasi dari diabetes.
Apa hubungan bau mulut dan diabetes?
Nafas Anda memiliki kemampuan menarik untuk memberikan
petunjuk mengenai kesehatan Anda secara keseluruhan. Sama seperti bau mulut
bisa menjadi tanda diabetes, bau amonia berhubungan dengan penyakit ginjal.
Demikian pula, bau mulut yang sangat busuk mungkin merupakan tanda dari
anoreksia nervosa. Penyakit lain, seperti asma, fibrosis sistik, kanker
paru-paru, dan penyakit hati juga dapat menyebabkan bau yang berbeda pada
nafas.
Bau mulut, juga disebut halitosis, bahkan mungkin
digunakan dokter untuk mengidentifikasi diabetes. Baru-baru ini, para peneliti
telah menemukan bahwa analisis nafas menggunakan infra merah secara efektif
dapat mengidentifikasi apakah Anda memiliki prediabetes atau diabetes stadium
awal. Selain itu, para peneliti di Western New England University sedang
menguji breathalyzer yang mengukur kadar glukosa darah.
Mengapa diabetes bisa mempengaruhi
bau mulut?
Halitosis terkait diabetes memiliki dua penyebab
utama: penyakit periodontal dan tingginya tingkat keton dalam darah.
Penyakit periodontal
Diabetes dan penyakit periodontal seperti pedang
bermata dua. Sementara diabetes dapat menyebabkan penyakit periodontal,
penyakit ini juga dapat membuat masalah lebih lanjut bagi penderita diabetes.
Menurut sebuah laporan di IOSR Journal of Dental and Medical Sciences,
diperkirakan 1 dari 3 orang dengan diabetes juga akan mengalami penyakit
periodontal. Penyakit jantung dan stroke, yang merupakan komplikasi dari
diabetes, juga terkait dengan penyakit periodontal.
Diabetes dapat mengurangi aliran darah ke seluruh
tubuh Anda, termasuk gusi Anda. Jika gusi dan gigi tidak menerima asupan darah
yang tepat, mereka bisa menjadi lemah dan lebih rentan terhadap infeksi.
Diabetes juga dapat meningkatkan kadar glukosa dalam mulut Anda, meningkatkan
pertumbuhan bakteri, infeksi, dan bau mulut. Keadaan menjadi lebih buruk,
ketika gula darah tinggi Anda menyebabkan tubuh sulit untuk melawan infeksi,
yang membuat penyembuhan gusi menjadi sulit.
Penyakit periodontal, juga disebut penyakit gusi,
termasuk gingivitis, periodontitis ringan, dan periodontitis lanjut. Dalam
penyakit ini, bakteri menyerang jaringan dan tulang yang menyokong gigi Anda.
Hal ini dapat menyebabkan peradangan. Peradangan dapat mempengaruhi metabolisme
dan meningkatkan gula darah Anda, yang memperburuk diabetes.
Jika Anda mengalami penyakit periodontal, mungkin
lebih susah dan memakan waktu lebih lama untuk sembuh daripada orang tanpa
diabetes.
Bau mulut adalah tanda umum dari penyakit periodontal.
Tanda-tanda lainnya termasuk:
- gusi merah atau pucat
- gusi berdarah
- gigi sensitif
- gusi surut
Keton
Ketika tubuh Anda tidak dapat membuat insulin, sel-sel
Anda tidak menerima glukosa yang mereka butuhkan untuk dijadikan energi. Untuk
mengimbanginya, tubuh Anda beralih ke rencana B: yaitu dengan membakar lemak.
Membakar lemak dan bukan gula, menghasilkan keton yang menumpuk dalam darah dan
urine Anda. Keton juga dapat dihasilkan ketika Anda berpuasa atau Anda sedang
diet tinggi protein, dan rendah karbohidrat.
Tingkat keton yang tinggi sering menyebabkan bau
mulut. Salah satu keton, aseton (zat kimia yang juga ditemukan dalam cat kuku)
dapat menyebabkan bau seperti kuku pada nafas Anda.
Ketika tingkat keton naik ke tingkat yang tidak aman,
Anda berisiko mengalami kondisi berbahaya yang disebut diabetic ketoacidosis (DKA).
Gejala DKA meliputi:
- bau busuk pada nafas Anda
- lebih sering buang air kecil dari biasanya
- nyeri perut, mual, atau muntah
- kadar glukosa darah tinggi
- sesak nafas atau kesulitan bernafas
- kebingungan
DKA adalah kondisi yang berbahaya, sebagian besar
terjadi hanya pada orang dengan diabetes tipe 1, yang gula darahnya tidak
terkontrol. Jika Anda memiliki gejala-gejala ini, segera cari bantuan medis.
Apa yang dapat saya lakukan untuk
mengatasi komplikasi saya?
Bersama dengan penyakit neuropati, penyakit jantung,
dan penyakit lainnya, periodontitis merupakan komplikasi umum dari diabetes.
Namun, Anda bisa mengambil langkah-langkah untuk mencegah penyakit gusi atau
untuk mengurangi hal yang lebih parah. Kendalikan penyakit Anda dengan tips
sehari-hari seperti:
- Sikat gigi Anda setidaknya 2 kali sehari dan floss setiap hari.
- Jangan lupa menyikat atau mengikis lidah Anda, karena lidah merupakan tempat perkembangbiakan utama bakteri yang berbau busuk.
- Minum air dan jaga mulut Anda tetap basah.
- Gunakan permen bebas gula atau permen karet untuk merangsang air liur.
- Kunjungi dokter gigi secara teratur dan ikuti rekomendasi pengobatan. Pastikan dokter gigi tahu Anda memiliki diabetes.
- Dokter atau dokter gigi dapat meresepkan obat untuk merangsang produksi air liur.
- Jika Anda memakai gigi palsu, pastikan ukurannya pas dan lepaskan saat malam hari.
- Jangan merokok.
Konsultasikan Masalah Diabetes Anda di:
Whats App: +6282274212967 atau klik disini goo.gl/nR2XbQ
BBM : D32B723D atau klik disini http://blck.by/2xpjp70
Semoga Bermanfaat bagi kita semua :)
#diabetsolution
#pedulidiabet
Belum ada tanggapan untuk "Bau Mulut Parah? Bisa Jadi Diabetes"
Posting Komentar